OLAHRAGA TERKINI, LONDON – Arsenal akhirnya mengakhiri puasa gol bola mati setelah melewati 13 pertandingan di semua kompetisi. Momen penting tersebut terjadi ketika The Gunners mengalahkan Everton dengan skor 2-0 pada pekan kedelapan Liga Inggris 2026/2027.
Pertandingan Arsenal vs Everton berlangsung di Stadion Emirates, London, Sabtu (24/10/2026).
Bek Arsenal, Ezri Konsa, menjadi pemain yang memutus catatan tersebut melalui gol pada menit ketujuh.
Sementara itu, Gabriel Magalhaes memastikan kemenangan tim asuhan Mikel Arteta lewat sundulan pada babak kedua.
Hasil tersebut membawa Arsenal mengoleksi 21 poin dan menyamai perolehan Manchester City dalam persaingan papan atas Premier League.
Arsenal Akhiri Puasa Gol Bola Mati Lewat Ezri Konsa
Arsenal langsung tampil menyerang sejak menit pertama pertandingan.
Tekanan yang dilancarkan tuan rumah membuahkan hasil ketika laga baru berjalan tujuh menit.
Berawal dari sepak pojok Martin Odegaard, bola menciptakan kemelut di depan gawang Everton.
Penjaga gawang Jordan Pickford gagal mengamankan bola secara sempurna. Ezri Konsa kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak gol dari jarak dekat.
Gol itu menjadi gol pertama Konsa bersama Arsenal.
Lebih penting lagi, gol tersebut mengakhiri catatan 13 pertandingan tanpa gol dari situasi bola mati, tidak termasuk tendangan penalti.
Menurut data Opta yang dikutip sejumlah media, Arsenal terakhir kali mencetak gol melalui bola mati saat menghadapi Crystal Palace pada Mei 2026.
Dengan demikian, Konsa mengakhiri penantian panjang Arsenal untuk kembali mencetak gol melalui skema tersebut.
Arsenal Pernah Sangat Berbahaya dari Situasi Bola Mati
Dalam beberapa musim terakhir, Arsenal dikenal sebagai salah satu tim dengan ancaman bola mati paling berbahaya di Liga Inggris.
Tim asuhan Mikel Arteta sering memanfaatkan tendangan sudut dan tendangan bebas untuk menciptakan peluang.
Pergerakan pemain di kotak penalti, keunggulan duel udara, serta ketepatan umpan menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
Pada musim 2025/2026, Arsenal mencetak 25 gol melalui situasi sepak pojok di seluruh kompetisi.
Namun, produktivitas tersebut menurun pada awal musim 2026/2027.
Sebelum menghadapi Everton, Arsenal belum mencetak gol dari tendangan sudut maupun tendangan bebas dalam tujuh pertandingan pertama Premier League musim ini.
Kondisi itu membuat gol Konsa menjadi momen penting bagi Arsenal.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa skema bola mati kembali dapat memberikan kontribusi terhadap produktivitas tim.
Efektivitas Bola Mati Arsenal Sempat Menurun
Penurunan efektivitas bola mati Arsenal terlihat dari sejumlah statistik pertandingan.
Berdasarkan data yang dikutip Bola.com dari Opta dan Squawka, rata-rata expected goals atau xG Arsenal melalui situasi bola mati menurun.
Musim sebelumnya, Arsenal mencatatkan rata-rata xG bola mati sebesar 0,56 per pertandingan.
Angka tersebut turun menjadi 0,36 pada awal musim 2026/2027.
Selain itu, rata-rata tendangan sudut Arsenal juga menurun dari 5,7 menjadi 4,7 per pertandingan.
Statistik tersebut memperlihatkan bahwa Arsenal mendapatkan lebih sedikit peluang dari situasi bola mati.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah meningkatnya kesiapan lawan dalam mengantisipasi skema tendangan sudut.
Tim lawan berusaha membatasi ruang gerak pemain Arsenal dan memenangkan duel di area pertahanan.
Meski demikian, Arsenal tetap mampu meraih hasil positif melalui variasi serangan dari permainan terbuka.
Gabriel Magalhaes Pastikan Kemenangan Arsenal
Setelah unggul 1-0 pada babak pertama, Arsenal terus berusaha meningkatkan tekanan.
Everton sempat menciptakan peluang melalui beberapa serangan balik.
Namun, David Raya mampu menjaga gawang Arsenal dari kebobolan.
Pada menit ke-68, Arsenal akhirnya menggandakan keunggulan.
Ben White mengirimkan umpan silang dari sisi kanan yang berhasil disambut Gabriel Magalhaes dengan sundulan.
Bola masuk ke gawang Everton dan mengubah skor menjadi 2-0.
Gol tersebut terasa istimewa bagi Gabriel karena tercipta dalam penampilan ke-200 bersama Arsenal di Premier League.
Bek asal Brasil itu juga semakin menegaskan reputasinya sebagai pemain bertahan yang produktif.
Sejak menjalani debut di Liga Inggris pada September 2020, Gabriel telah mencetak 21 gol di kompetisi tersebut.
Catatan itu menjadikannya bek paling produktif dalam periode yang sama.
Everton Gagal Manfaatkan Peluang
Everton sebenarnya memiliki sejumlah kesempatan untuk memberikan perlawanan.
Pada babak pertama, Thierno Barry hampir mencetak gol setelah memanfaatkan kesalahan umpan balik Ben White.
Namun, David Raya berhasil melakukan penyelamatan penting.
Everton juga mencoba membangun serangan melalui James Garner dan pemain lainnya.
Sayangnya, peluang yang tercipta belum mampu menghasilkan gol.
Pada babak kedua, Everton kembali berusaha memperkecil ketertinggalan.
Akan tetapi, pertahanan Arsenal tetap mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Kemenangan 2-0 membuat Arsenal kembali mencatatkan clean sheet.
Sementara itu, Everton harus menerima kekalahan kedua secara beruntun di Premier League.
Arsenal Tempel Manchester City di Puncak Klasemen
Kemenangan atas Everton menjadi hasil penting bagi Arsenal dalam persaingan gelar Liga Inggris musim ini.
The Gunners kini mengumpulkan 21 poin dari delapan pertandingan.
Arsenal mencatatkan tujuh kemenangan dan satu kekalahan pada awal musim 2026/2027.
Tambahan tiga poin membuat Arsenal menyamai perolehan Manchester City yang berada di puncak klasemen.
Pada pertandingan lainnya, Manchester City kalah 1-2 dari Aston Villa.
Kekalahan tersebut membuka peluang bagi Arsenal untuk memperketat persaingan di papan atas.
Meski memiliki jumlah poin yang sama, Arsenal masih berada di bawah Manchester City karena selisih gol.
Persaingan kedua tim diperkirakan terus berlangsung ketat dalam beberapa pekan berikutnya.
Mikel Arteta Punya Senjata Tambahan
Kembalinya produktivitas bola mati menjadi kabar positif bagi pelatih Arsenal, Mikel Arteta.
Sepanjang awal musim, Arsenal mampu mencetak gol melalui berbagai variasi serangan.
Namun, absennya kontribusi dari tendangan sudut dan tendangan bebas sempat menjadi perhatian.
Gol Ezri Konsa menunjukkan bahwa Arsenal masih memiliki kemampuan memanfaatkan situasi tersebut.
Keberhasilan ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri pemain dalam menghadapi pertandingan berikutnya.
Apabila mampu memadukan permainan terbuka dengan efektivitas bola mati, Arsenal berpeluang menjadi semakin berbahaya.
Arsenal Bersiap Hadapi Tantangan Berikutnya
Setelah mengalahkan Everton, Arsenal memiliki modal positif untuk melanjutkan persaingan di Premier League.
Tim asuhan Mikel Arteta menunjukkan kemampuan mempertahankan keunggulan sekaligus memanfaatkan peluang penting.
Kemenangan tersebut juga memperlihatkan kontribusi besar para pemain bertahan.
Ezri Konsa membuka keunggulan, sedangkan Gabriel Magalhaes memastikan tiga poin.
Bagi Arsenal, berakhirnya puasa gol bola mati setelah 13 pertandingan menjadi perkembangan yang menggembirakan.
Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi agar kemenangan atas Everton menjadi bagian dari momentum positif dalam perburuan gelar Liga Inggris 2026/2027.
