BERITADUNIAKU.COM, UDINE – AC Milan berpeluang mencatatkan prestasi bersejarah ketika menghadapi Udinese pada pekan kedelapan Liga Italia Serie A musim 2026/2027. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Bluenergy Stadium, Udine, Minggu (25/10/2026).
Laga Udinese vs AC Milan menjadi kesempatan penting bagi Rossoneri untuk memperpanjang catatan positif di kompetisi domestik.
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, juga berpeluang mencatatkan pencapaian istimewa apabila timnya mampu mempertahankan rekor tidak terkalahkan.
Berdasarkan statistik Opta, Amorim termasuk dalam kelompok kecil pelatih yang berhasil menjalani tujuh pertandingan pertama bersama Milan di Serie A tanpa kekalahan.
Kini, pertandingan melawan Udinese menjadi ujian berikutnya bagi pelatih asal Portugal tersebut.
AC Milan Incar Empat Kemenangan Tandang Beruntun atas Udinese
AC Milan memiliki catatan menarik ketika bertandang ke markas Udinese dalam beberapa musim terakhir.
Rossoneri berhasil memenangi tiga pertandingan tandang terakhir melawan Udinese di Serie A.
Dalam tiga kemenangan tersebut, Milan mencetak sepuluh gol dan hanya kebobolan dua kali.
Jika kembali meraih kemenangan, Milan akan mencatatkan empat kemenangan tandang beruntun atas Udinese.
Pencapaian tersebut sebelumnya hanya pernah diraih Milan satu kali, yakni dalam rentang 1999 hingga 2001.
Statistik ini menjadi motivasi tambahan bagi tim asuhan Ruben Amorim untuk membawa pulang tiga poin.
Meski demikian, Milan tetap harus mewaspadai kemungkinan kebangkitan Udinese yang membutuhkan hasil positif di hadapan pendukung sendiri.
Ruben Amorim Berpeluang Menorehkan Sejarah Serie A
Ruben Amorim menunjukkan awal yang menjanjikan bersama AC Milan di kompetisi Liga Italia musim ini.
Pelatih asal Portugal tersebut belum mengalami kekalahan dalam tujuh pertandingan pertamanya bersama Rossoneri di Serie A.
Dari tujuh laga tersebut, Milan membukukan empat kemenangan dan tiga hasil imbang.
Menurut Opta, Amorim menjadi pelatih ketiga dalam sejarah AC Milan yang mampu melewati tujuh pertandingan pertama liga tanpa kekalahan.
Dua pelatih sebelumnya adalah Hector Puricelli pada 1955 dan Luis Carniglia pada 1963.
Puricelli mempertahankan rekor tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan pertamanya.
Sementara itu, Carniglia mampu memperpanjang catatan tersebut hingga 13 pertandingan.
Apabila Milan tidak kalah dari Udinese, Amorim akan menyamai pencapaian delapan pertandingan awal tanpa kekalahan milik Puricelli.
Namun, ia masih harus melewati sejumlah pertandingan untuk mendekati catatan Carniglia.
Udinese dalam Tekanan Setelah Lima Kekalahan Beruntun
Di sisi lain, Udinese menghadapi pertandingan ini dalam kondisi yang kurang menguntungkan.
Tim tuan rumah menelan lima kekalahan beruntun dalam kompetisi Serie A.
Selama periode tersebut, Udinese hanya mencetak lima gol dan kebobolan 13 kali.
Dari tujuh pertandingan awal musim 2026/2027, Udinese baru meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang.
Catatan itu membuat tim asuhan Kosta Runjaic membutuhkan perubahan performa untuk keluar dari tren negatif.
Berdasarkan statistik resmi Lega Serie A, Udinese juga mengalami kesulitan mencetak gol dalam pertandingan kandang.
Mereka telah melewati 221 menit tanpa mencetak gol di kandang sendiri menjelang pertandingan melawan Milan.
Meski demikian, Udinese memiliki modal psikologis dari kemenangan 3-0 atas Rossoneri dalam pertemuan terakhir kedua tim.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa Milan tidak boleh meremehkan kekuatan lawannya.
Statistik Pertemuan Udinese vs AC Milan
Persaingan Udinese dan AC Milan dalam beberapa musim terakhir menghasilkan sejumlah catatan menarik.
Delapan pertemuan terakhir kedua tim di Serie A selalu menghasilkan pemenang.
Dalam periode tersebut, Milan meraih lima kemenangan, sedangkan Udinese mencatatkan tiga kemenangan.
Milan juga mencetak 24 gol dalam 13 pertemuan terakhir melawan Udinese di kompetisi liga.
Namun, pada pertemuan terakhir, Rossoneri justru gagal mencetak gol dan harus menerima kekalahan 0-3.
Udinese kini berpeluang mencatatkan dua pertandingan beruntun tanpa kebobolan melawan Milan.
Catatan tersebut terakhir kali mereka raih pada periode 1993 hingga 1994.
Dengan kondisi tersebut, kedua tim memiliki motivasi berbeda menjelang pertandingan.
Milan berusaha mempertahankan tren positif, sedangkan Udinese ingin menghentikan rangkaian kekalahan.
AC Milan Ingin Bangkit Setelah Kekalahan di Liga Europa
Meski belum terkalahkan di Serie A, AC Milan menghadapi tantangan setelah mengalami kekalahan di kompetisi Eropa.
Rossoneri kalah 0-3 dari Bournemouth dalam pertandingan Liga Europa pada Kamis (22/10/2026).
Pertandingan tersebut diwarnai kartu merah yang diterima penjaga gawang Mike Maignan pada babak pertama.
Kekalahan itu menjadi evaluasi penting bagi Ruben Amorim menjelang pertandingan melawan Udinese.
Sebelumnya, Milan mampu meraih kemenangan 3-2 atas Atalanta dalam pertandingan Serie A.
Hasil tersebut memperpanjang catatan tidak terkalahkan mereka di kompetisi domestik.
Kini, Milan berusaha mengembalikan momentum kemenangan sekaligus menjaga posisi dalam persaingan papan atas klasemen.
Milan Hadapi Masalah Kebugaran Pemain
Persiapan AC Milan menjelang pertandingan melawan Udinese juga dipengaruhi kondisi sejumlah pemain.
Adrien Rabiot, Mario Gila, dan Diego Moreira dilaporkan tidak masuk dalam skuad untuk pertandingan tersebut karena masalah fisik.
Rabiot mengalami gangguan pada betis kanan, sedangkan Moreira menghadapi masalah pada otot paha belakang kiri.
Sementara itu, Gila mengalami peradangan pada pergelangan kaki kiri akibat beban aktivitas.
Absennya sejumlah pemain tersebut menjadi tantangan bagi Amorim dalam menentukan susunan pemain.
Di sisi lain, Gonçalo Ramos telah kembali berlatih penuh setelah pulih dari masalah betis.
Ketersediaan pemain akan menjadi faktor penting dalam upaya Milan mempertahankan konsistensi di Serie A.
Udinese Wajib Waspadai Ketajaman Milan pada Babak Kedua
Salah satu kekuatan AC Milan musim ini terlihat dari produktivitas mereka pada babak kedua.
Menurut data Lega Serie A, Milan menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak pada menit ke-61 hingga ke-75.
Rossoneri telah mencetak sembilan gol dalam periode tersebut.
Sebaliknya, Udinese mengalami kesulitan mempertahankan performa setelah turun minum.
Tim tuan rumah memiliki selisih gol negatif delapan pada babak kedua, dengan dua gol dicetak dan sepuluh gol kebobolan.
Perbedaan statistik tersebut dapat menjadi faktor penentu pertandingan.
Udinese perlu menjaga konsentrasi sepanjang laga, terutama ketika Milan meningkatkan tekanan pada paruh kedua.
Sementara itu, Amorim berpeluang memanfaatkan kedalaman skuad dan perubahan taktik untuk mencari gol kemenangan.
Duel Udinese vs AC Milan Jadi Penentu Rekor Amorim
Pertandingan Udinese melawan AC Milan bukan sekadar perebutan tiga poin pada pekan kedelapan Serie A.
Laga ini juga menghadirkan peluang bagi Rossoneri untuk menyamai catatan kemenangan tandang beruntun atas Udinese yang terakhir mereka capai lebih dari dua dekade lalu.
Bagi Ruben Amorim, hasil positif akan semakin memperkuat awal kepelatihannya bersama klub asal Milan tersebut.
Jika terhindar dari kekalahan, ia akan menyamai rekor Hector Puricelli yang tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan pertamanya sebagai pelatih Milan di Serie A.
Namun, Udinese tentu tidak ingin menjadi bagian dari keberhasilan tersebut.
Dengan kebutuhan mendesak untuk bangkit dari lima kekalahan beruntun, tuan rumah diperkirakan memberikan perlawanan serius.
Hasil akhir pertandingan akan menentukan apakah AC Milan mampu memperpanjang tren positif sekaligus membawa Ruben Amorim semakin dekat dengan catatan bersejarah di Liga Italia.
