UEFA ancam boikot FIFA setelah muncul rencana besar Presiden FIFA Gianni Infantino terkait pengelolaan bisnis kompetisi. Sebanyak 55 asosiasi anggota UEFA secara bulat menolak rencana tersebut pada Kamis, 30 Juli 2026. Penolakan itu meningkatkan ketegangan antara sepak bola Eropa dan badan sepak bola dunia.
Perselisihan bermula dari rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise atau FFE sebagai perusahaan baru milik FIFA. FIFA menjelaskan FFE akan menggabungkan kegiatan komersial dan operasional berbagai kompetisi. FIFA juga menyatakan tetap memegang kendali perusahaan serta seluruh keputusan terkait sepak bola. Namun, keterlibatan investor eksternal memicu penolakan keras dari UEFA.
FIFA memperkirakan skema tersebut dapat meningkatkan pendanaan pembangunan sepak bola menjadi lebih dari 10 miliar dolar AS. Dana itu direncanakan tersedia melalui berbagai program untuk 211 asosiasi anggota FIFA. Setiap asosiasi juga berpeluang memperoleh pendanaan lebih besar untuk pengembangan sepak bola mulai 2027.
Namun, UEFA menilai kompetisi seperti Piala Dunia tidak seharusnya menjadi produk investasi swasta. UEFA juga mengkritik proses penyusunan proposal yang dinilai kurang transparan dan minim konsultasi. Mereka khawatir keterlibatan investor dapat menggeser kepentingan sepak bola menuju keuntungan pemegang saham.
Ancaman boikot berpotensi memberikan tekanan besar kepada FIFA dan kepemimpinan Gianni Infantino. Dampaknya dapat menyentuh berbagai turnamen mendatang apabila perselisihan tidak segera terselesaikan. FIFA meminta seluruh asosiasi mempertimbangkan proposal sebelum mengambil keputusan mengenai skema tersebut. Konflik ini membuat masa depan hubungan FIFA dan UEFA menjadi perhatian besar sepak bola dunia.Informasi tambahan capek rungkat terus coba main di AYAMTOTO
